Kenali 11 Gejala Awal Penyakit HIV AIDS Hati-Hati

Kenali 11 Gejala Awal Penyakit HIV AIDS Hati-Hati

Gejala mula infeksi PENYAKIT HIV terbilang enteng dan gampang diabaikan. Tetapi, walau terkadang tak menampakkan fenomena yang nyata, orang yang terinfeksi PENYAKIT HIV mempunyai potensi menularkannya untuk orang lain. Itulah satu dari tidak sedikit faktor kenapa penting guna mengenali gejala mula infeksi PENYAKIT HIV.

Kenali 11 Gejala Awal Penyakit HIV AIDS Hati-Hati

Di samping itu, deteksi dini pada PENYAKIT HIV paling diperlukan supaya pihak yang terinfeksi dapat segera menemukan pengobatan. Pengobatan di mula terjadinya infeksi dapat mengendalikan sampai memperlambat pertumbuhan virus.

Kenali 11 Gejala Awal Penyakit HIV AIDS Hati-Hati
Kenali 11 Gejala Awal Penyakit HIV AIDS Hati-Hati

PENYAKIT HIV atau Human Immunodeficiency Virus ialah sejenis virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. PENYAKIT HIV tidak jarang kali disamakandengan AIDS. Padahal dua-duanya ini jelas bertolak belakang walaupun saling berkaitan.

AIDS adalahkepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan fenomena penyakit yang timbul sebab turunnya sistem kekebalan tubuh dampak terinfeksi PENYAKIT HIV. Jadi, secara singkat, AIDS merupakan dampak dari PENYAKIT HIV yang terus berkembang.

Gejala mula PENYAKIT HIV

Biasanya gejala mula PENYAKIT HIV serupa dengan fenomena flu. Berikut ada sejumlah ciri PENYAKIT HIV yang secara umum menandai infeksi virus di etape awal:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kelelahan terus menerus
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit tenggorokan
  • Ruam pada kulit
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Luka pada mulut
  • Luka pada organ intim
  • Sering berkeringat di malam hari
  • Diare

Gejala mula PENYAKIT HIV lazimnya timbul dalam masa-masa 1 hingga 2 bulan sesudah terinfeksi. Bahkan menurut keterangan dari US Department of Health and Human Services, pada beberapa orang dapat tampak pada dua minggu mula setelah terpapar. Namun, gejala mula ini tidak diperlihatkan pada seluruh orang. Ada sejumlah orang yang malah tidak mengindikasikan tanda-tanda ini, namun ternyata terinfeksi PENYAKIT HIV. Itu sebabnya pengujian terhadap virus PENYAKIT HIV sangat urgen dilakukan.

Fase kesatu PENYAKIT HIV

Diikenal pun sebagai infeksi PENYAKIT HIV primer atau disebut pun sindrom Happybet188 akut. Pada etape ini, banyak sekali orang mengalami fenomena serupa flu. Gejalanya pun sering kali serupa dengan infeksi drainase cerna atau drainase pernapasan.

Fase kedua

Ini ialah tahap laten klinis. Virus menjadi tidak cukup aktif, walau masih dalam tubuh Anda. kita tidak mengalami fenomena apapun ketika virus berkembang. Periode latensi ini dapat bertahan satu dasawarsa atau lebih. Dalam periode laten yang bisa dilangsungkan hingga sepuluh tahun ini tidak sedikit orang tidak menunjukkan fenomena apapun. Tahap berikut yang patut diwaspadai sebab virus bakal terus berkembang tanpa disadari.

Fase terakhir PENYAKIT HIV

Fase terakhir PENYAKIT HIV ialah AIDS. Di fase akhir ini, sistem kekebalan tubuh mengalami kehancuran parah dan rentan terhadap infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik merupakan infeksi yang menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.

Ketika PENYAKIT HIV telah berkembang menjadi AIDS, fenomena seperti mual, muntah, kelelahan, dan demam baru dapat terlihat. Di samping itu, penurunan berat badan, infeksi kuku, sakit kepala serta tidak jarang berkeringat di justeru hari pun menandai AIDS pada langkah awal.

Seberapa penting mengerjakan tes PENYAKIT HIV?

Mengajukan tes PENYAKIT HIV paling penting sebab orang yang terinfeksi PENYAKIT HIV namun tidak menunjukkan fenomena apapun dan tidak menyadari bahwa dia terinfeksi bakal dengan gampang menularkan virusnya pada orang lain. Misalnya melewati darah dan air liur.

Melakukan tes PENYAKIT HIV adalahsatu-satunya teknik untuk menilai apakah kita positif terinfeksi atau tidak. Jika kita merasa aktif secara seksual, pernah memakai jarum suntik secara bersamaan, atau hal lainnya yang menciptakan Anda terpikir bahwa kita terinfeksi virus ini, maka kerjakan tes PENYAKIT HIV demi mengayomi diri dan orang lain.

Didiagnosis PENYAKIT HIV bukanlah “hukuman mati”

Penderita PENYAKIT HIV membutuhkan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) guna menurunkan jumlah virus PENYAKIT HIV dalam tubuh supaya tidak masuk fase akhir, yaitu AIDS. Pengobatan ini terbukti memiliki peran dalam pencegahan penularan PENYAKIT HIV sebab mencegah replikasi virus yang secara bertahap menurunkan jumlah virus dalam darah.

Penting pun untuk disadari bahwa penurunan jumlah virus dengan terapi ARV mesti disertai dengan evolusi perilaku berisiko contohnya pengendalian perilaku seks dan menghentikan pemakaian jarum suntik secara bersamaan serta pemakaian kondom.

Jika kita atau orang terdekat terdeteksi PENYAKIT HIV, segera konsultasikan ke dokter dan tidak boleh panik sebab dengan deteksi dini dan penyembuhan ARV, virus PENYAKIT HIV masih dapat dikendalikan.

Seks tanpa kondom, hal pemicu penularan terbanyak

Dikutip dari dari VOA Indonesia, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek mengatakan hal risiko penularan PENYAKIT HIV terbanyak masih melewati hubungan seks tanpa pengaman. Karenanya, untuk Anda yang aktif secara seksual, gunakanlah kondom sebagai di antara upaya pencegahan yang paling bijak.

Penggunaan kondom akan menangkal penularan PENYAKIT HIV lewat hubungan seksual, yang bisa menjadi pintu utama menularnya PENYAKIT HIV dari pasangan yang terinfeksi pada pasangan yang sehat. Dengan memakai kondom, seks tetap mengasyikkan dan Anda juga terhindar dari risiko tertularnya PENYAKIT HIV. Karena laksana kata pepatah, menangkal lebih baik daripada mengobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *