7 Pendapat Cewek Dalam Menghadapi LDR-an yang Katanya Rentan Putus di Tengah Jalan

7 Pendapat Cewek Dalam Menghadapi LDR-an yang Katanya Rentan Putus di Tengah Jalan

Menjalani hubungan jarak jauh kuncinya memang melulu kepercayaan, komunikasi dan sabar sebanyak-banyaknya. Banyak yang berpikir kalau LDR tersebut sia-sia, pacaran dan melepas rindu via virtual dan nggak dapat menyentuh format nyata. Rindu tersebut yang diperlukan sosok nyatanya, tidak saja sekedar maya. Makanya, kamu pun perlu bersabar menyangga rindu yang menumpuk demi suatu pertemuan. Sebenarnya satu hal fundamental yang menciptakan LDR tetap bertahan ialah cinta. Kalau telah punya cinta, tentu yakin menjalani komitmen dan nggak gampang terhasut godaan lain.

LDR memang rentan putus di tengah jalan, menilik jarak yang menghadang dapat jadi potensi memudarnya rasa cinta tersebut sendiri. Sedih deh bila sudah ngomongin hubungan jarak jauh, anda bener-bener nggak boleh ngeremehin semua pejuang LDR yang tingkat kesetiaannya nggak main-main. Yuk lihat 7 komentar cewek-cewek pejuang LDR yang cintanya tak lekang oleh jarak.

1. Menjalani LDR memang tergantung pribadinya setiap sih, yang deket juga dapat putus

Yang deket pun nggak jamin akan langgeng

Semua tergantung kita, yang pacaran dekat saja dapat putus. Aku sendiri LDR telah dua tahun, dan alhamdulilah baik-baik saja. Jadi, menurut keterangan dari aku LDR nggak rentan putus di tengah jalan bila saling memahami dan memahami. Ada masalah ya langsung diselesakan, tidak boleh menyepelekan masalah kecil, dan komunikasi ialah kunci.

Kalau jenuh aku menjauh dulu biar kangen. Kalau nggak inginkan putus, apa-apa mesti dikomunikasikan. Tapi bukan berarti LDR tersebut pilihan yang tepat dalam suatu hubungan ya. – Shinta, pejuang LDR Jogja-Depok.

2. LDR tersebut memang ujian, seberapa setianya sih anda sama pasangan? Dan sebesar apa sih rasa sayangmu? Tapi yang penting, keyakinan!

Yang urgen yakin

Kalau telah nyaman inginkan hubungan jarak jauh juga menurut keterangan dari gue nggak masalah. Walaupun rintangannya tentu lebih banyak, namun yang urgen tetap komunikasi dan berbagi kisah sih.

Justru, adanya jarak dapat jadi di antara ukuran bikin menguji seberapa besar rasa sayang dia ke kita, atau sebaliknya. Jadi gue pun nggak hingga kepikiran bila LDR rentan putus di tengah jalan, sebab sudah yakin. Gue yakin sama komitmen yang dia lakuin bikin gue dan sebaliknya. Selalu percaya sama apa yang telah kita jalanin hingga detik ini. Ibaratnya inginkan dibebasin sebebas apapun bila niatnya inginkan setia pasti akan setia. Semangat pejuang LDR!! – Lola, pejuang LDR Malang-Jakarta

3. Komunikasi tersebut ibarat pondasi suatu hubungan, jadi tidak boleh meremehkan kekuatan komunikasi

Komunikasi demi LDR langgeng

Nggak seluruh LDR tersebut rentan putus di tengah jalan. Kalau memang saling percaya dan selalu mengawal komunikasi, ya nggak akan ada yang namanya putus di tengah jalan. Soalnya komunikasi tuh di antara pilar utama dalam suatu hubungan. Komunikasi yang baik dapat menciptakan sebuah hubungan bertahan dan langgeng.

Kalau jenuh ya bilang. Tapi jenuh bukan dalil buat anda putus. Kita cuman perlu waktu guna sendiri. Nah pas me time tersebut kita dapat sambil mikir mengapa bosan, apa yang butuh diperbaiki, bagaimana metodenya menghalau rasa bosan. Sementara zaman kini lebih enak, bila kangen dapat video call atau bila ada duit lebih dapat samperin pasangan anda sekalian jalan-jalan. Nelly, pejuang LDR Jogja-Jakarta.

4. Jalanin LDR memang nggak menyenangkan. Tapi nggak terdapat salahnya jajaki memperjuangkan sesuatu, yang urgen saling menyakinkan

Nggak mengasyikkan sih, yang urgen didukung

Banyak spekulasi pun dari temen-temen, laksana yakin powerful LDR? Jalanin LDR tuh berat, yakin dapat selalu positif sama hubungan lo? Dan gue hampir terganggu dengan hubungan LDR Casinoroyal7 yang sebenernya nggak menyenangkan-menyenangkan sekali ini, namun nggak pernah terdapat salahnya tidak banyak memperjuangkan sesuatu.

gue jalanin aja sebab dia pun ngeyakinin gue, kita tentu bisa. toh hanya jarak. Namanya cewe kan terdapat aja negatif thingkingnya, seiring berjalannya masa-masa gue jadi terbiasa dan LDR ngga semenyedihkan itu, LDR ngga yg tidak jarang kali gitu-gitu aja, LDR punya kisah dan masa-masa yg lebih berkualitas, jadi ditiap ada peluang buat ketemu, lebih terdapat moment nya. – Irma, pejuang LDR Jakarta-Majalengka.

5. LDR-an bisa buat kamu fokus berusaha memperbaiki diri di lokasi masing-masing

Saling membetulkan diri

Kenapa fobia putus? Asal punya destinasi dan arah hubungan, ya jalani saja. Seenggaknya dengan punya destinasi dan komitmen yang jelas dapat jadi penghalau rasa ragu serta takut. Kan LDR bukan anda yang mau, sebab memang jalannya telah begini.

Ibaratnya Tuhan sedang mengasingkan kita sedangkan untuk saling konsentrasi memperbaiki diri di lokasi masing-masing. Yang urgen kita setia, dia pun pasti setia. Kalau dia nggak setia, ya berarti dia bukan yang terbaik. Jadi nggak perlu dipungut pusing-pusing, dijalanin saja bukan dipikirin melulu. – Yaya, pejuang LDR Jogja-Jakarta.

6. Asumsi rentan putus di tengah jalan tersebut bukan halangan untuk menjangkau tujuan, lagi-lagi anda masih harus yakin dan jaga komunikasi

Jangan terpengaruh sama asumsi

Berdasarkan keterangan dari gue, sukses atau tidaknya seseorang menjalani hubungan LDR mayoritas tolak ukurnya ialah sebuah destinasi mau menikah atau putus di tengah jalan. Jadi asumsi putus di tengah jalan sama sekali nggak buat gue takut, tapi tersebut memotivasi guna bersahabat dengan jarak. Selama gue yakin sama dia, berhubung gue sama dia tersebut kalau terdapat apa-apa mesti diobrolin, sekalipun kita lain pendapat, ya ditelusuri jalan tengahnya. Kalau lagi terdapat masalahpun sama, mesti berlalu di hari tersebut juga biar nggak berkepanjangan dan berdampak buruk bikin hubungan. – Mey, pejuang LDR Jogja-Lumajang.

7. Saling menghargai pun jadi di antara hal yang urgen dalam menjalani LDR biar hubungan nggak hambar

Harus saling menghargai

Mungkin rentan putus atau nggaknya tersebut tergantung. Misalnya, kalian yang LDR baik-baik saja ditempatnya masing-masing, namun ternyata di satu sisi ada di antara dari mereka nggak dapat menghargai, rada cuek, dan meremehkan waktu guna bertemu. Wajar saja bila hubungan terasa hambar dan capek sendiri menjalaninya. Jadi menurut keterangan dari gue, putus di tengah jalan atau enggaknya, seluruh balik lagi ke yang menjalankan, tetap konsisten nggak sama pasangan.

Satu lagi komunikasi, bila cuma percaya saja tanpa komunikasi kata gue sih tidak cukup baik, sebab nanti mudah dibegoin bila cuma percaya-percaya saja. Contoh, nanya “di mana?” Dia jawab “lagi di luar sama teman” dan anda minta potret kan terbukti seluruh dari komunikasi, jujur atau enggaknya dia. – Ipeh, pejuang LDR Jogja-Bekasi

Dari komentar semua cewek di atas mengenai LDR, terbukti bahwa cewek pun punya pandangan dan kepercayaan yang positif mengenai LDR. Ternyata mereka nggak selemah tersebut menjalani hubungan jarak jauh. Setiap pejuang LDR punya metodenya sendiri guna menghias hubungan biar nggak hambar. Kalau anda dan pasanganmu sama-sama yakin jalanin LDR, nggak butuh ada yang ditakutkan. Cewek-cewek yang yakin jalanin LDR memang pantas dipertahankan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *